Updates from July, 2010 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • tediscript 7:07 am on July 8, 2010 Permalink | Reply
    Tags: bengkel, kunci, mafia, tambal ban   

    Pengen Punya Bengkel Sendiri 

    Hello Blog,

    Berawal dari ban bocor kemaren malem ternyata tukang tambal ban nya mafia (oke lebay). Abis ganti ban dalem masangnya lagi asal asalan. Karena ring penahan antara bearing dan lengan ayun hilang, roda cuma dipasang seadanya. Mur as roda gak dikencengin biar roda bisa muter. Akibatnya tromol belakang yang berbahan aluminium bergesekan dengan lengan ayun dan tergerus 😦

    Kasus itu ketahuan ketika saya pake jalan di seturan kok roda belakang terasa berat. Curiga sama rem dah tak setel sampe mentok gak ngaruh. Malem malem gitu ada bengkel mampirlah dan ternyata masalah nggepok diatas ketahuan.

    Grrrr mangkel banget sama bengkel yang pegang motor kesayangan dengan serampangan. Gara gara itu ane jadi pengen punya bengkel sendiri. Yang jelas kalau sekarang cuma mampu beli satu set kunci pas sama toolbox. Tak apa lah hahaha lha wong dulu jaman saya masih STM ada tim balap namanya Manual Technology yang modal awal katanya cuma  kikir tapi Shogun nya kerap menjuarai race 🙂

    Untuk tahap awal sih kunci pas, ring, L, inggris dan obeng wajib ada. Tar baru nyambung ke tanggem, tracker, bor, tap/sney, gerinda, sampe ke milling dan bubut. wahaha untuk 2 mesin terakhir mending ke tukang aja deh karena gak butuh banget. Oh ya untuk las juga perlu las listrik dan gas. woh woh kok jadi banyak :O

    Setidaknya dah punya wish list tinggal pelan pelan melengkapi 😀

     
  • tediscript 3:57 pm on July 6, 2010 Permalink | Reply
    Tags: ban, motor, tired,   

    Tentang Velg dan Ban Motor 

    Hello Blog,

    Ada yang bilang yang baik itu cukupan, tidak kurang tidak lebih. Tapi di The A Team kemaren bilang Berlebihan itu lebih baik haha.. Oke kembali ke proporsi.

    Semalem saya pulang dari rembug @bancakan di cafe AngkringQ melewati Mandala Krida naik motor. Jalannya gak gitu kenceng tapi tiba tiba di depan Piri (Sekolah di barat Mandala Krida) ban belakang saya langsung oleng. Saya tutup gas dan tidak mengerem sambil menjaga keseimbangan sampai motor benar benar berhenti.

    Tadinya ku kira motor oleng karena lengan ayun dah aus secara motor dah uzur. Tapi ternyata ban bocor. Saya merasa karena motor berasa kayak kuda. Njondil njondil karena roda gak bulet kena dop ban.

    Berhenti di pertigaan pojokan Mandala dan mengecek ban belakang dan ban gepeng  rata dengan aspal. Profil ban bisa jadi seperti itu gara garanya ban saya kekecilan dan tidak sesuai dengan velgnya.

    Motor saya roda depan velg ukuran 1.85  x 17  diameter sedangkan bannya ukuran 2.50 x 17, untuk roda belakang velg ukuran 1.85 x 18 dan bannya 2.75 x 18.

    Kombinasi ban dan velg di atas tidak proporsional. Ban kekecilan sehinggal profile ban di velg lebar jadi kotak. Keuntungan kombinasi seperti ini tarikan jadi ringan. Kelemahannya adalah ketika belok, tapak ban yang menempel ke aspal jadi sangat minim. Karena profile nya kotak dan posisi belok itu miring maka bagian yang menyentuh aspal adalah ujung sisinya saja. Dalam bahasa jawanya lingirane. Berbahaya ketika hujan atau ada ceceran oli di jalan.

    Kombinasi yang lain adalah ban yang kebesaran dibandingkan velg. Profil ban menjadi bulat seperti donat. Tapak ban yang menempel ketika motor berjalan lurus maupun belok relatif sama. Kelemahan kombinasi ini adalah tarikan motor terasa berat karena roda yang diputar menjadi lebih besar. Traksi (daya cengkram ban ke aspal) juga lebih besar karena sisi ban yang menempel ke aspal juga semakin luas. Konsumsi bahan bakar juga semakin boros dong. Komponen lain seperti rantai, gear, dan rem usianya juga semakin pendek karena dipaksa bekerja semakin berat.

    Contoh kombinasi kebesaran di atas adalah motor Honda Legenda saya dulu dengan velg depan 1.20 x 17 dengan roda 80/90 x 17 dan roda belakang dengan velg 1.40 x 17 dengan roda 90/90 x 17. Tongkrongan jadi terlihat kekar tapi ketika motor dijalankan langsung teriak terlalu berat.

    Kombinas yang bagus untuk motor Legenda di atas adalah velg tetap dengan ban depan 70/90 x 17 dan ban belakang 80/90 x 17.  Atau dengan ban lain 2.25 depan dan 2.50 belakang.

    Akhir cerita saya dorong motor dari utara Mandala Krida ke Makam pahlawan Kusumanegara dengan berganti tambal ban 2x karena mereka gak punya stok ban dalam ukuran 18 -_-” .

    Moral of the story sepertinya mau ganti roda belakang dengan ring 17 saja karena stok lumayan banyak.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel