Tagged: speedy Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • tediscript 11:44 pm on June 11, 2010 Permalink | Reply
    Tags: dns google, speedy   

    Ganti DNS Speedy dengan DNS Google 

    Hello Blog,

    Dari bebarapa hari ini koneksi internet lambat. Saya pakai Speedy dan Reply Time di Ping diatas 1000. Terasa lemot sekali.

    Setelah #cucol di twitter ternyata ditanggepin sama suhu @badkiddies.

    badkiddies : @tediscript di tempet bad normal koq pak…

    tediscript : @badkiddies Reply from 64.233.181.104: bytes=32 time=1430ms TTL=53 <= time nya itu pak ampun deh 😦

    badkiddies : @tediscript 64 bytes from 64.233.181.104: icmp_seq=0 ttl=53 time=79.952 ms <—mayan lah XD

    trus tak tanya lebih lanjut

    tediscript : @badkiddies kok banter diapakke pak? ganti DNS?

    dijawabnya

    badkiddies : @tediscript iyo pak… hihihihihi

    langsung ane googling nemu beberapa tapi yang tak pake punyanya google

    Primary DNS : 8.8.4.4
    Alternane DNS : 8.8.8.8

    dan hasilnya lumayan lah. time saat ping dapet 100 an.

    Reply from 64.233.181.104: bytes=32 time=95ms TTL=53

    selamat berselantjar…

    Advertisements
     
    • masbogie 4:47 pm on August 22, 2010 Permalink

      njih mas.. makasih infonya… oga saja kantor saya jadi lebih wuss wuss 😀

    • pujianto 8:00 am on September 30, 2010 Permalink

      mari berselantjar

  • tediscript 4:41 pm on May 12, 2010 Permalink | Reply
    Tags: application server, co location, iix, , speedy, , web hosting, web server   

    Memilih Server Untuk Hosting Web 

    Hello Blog,

    Beberapa hari ini saya sedang mempertimbangkan server yang akan digunakan untuk menjalankan web. Ada beberapa opsi yang tersedia.

    Karakteristik webnya adalah platform Java. Untuk client baru satu dua. Kemungkinan visitor maksimum sekitar 100 per hari. Pengunjungnya kebanyakan dari dalam negeri. hampir 100% IIX.

    Dengan karakteristik seperti di atas artinya saya musti mempunyai aplication server untuk javanya. Ada beberapa pilihan untuk saya. Setidaknya itu yang saya tahu.

    1. Menggunakan koneksi Speedy yang unlimited. Kemaren survey sudah dapet IP Public untuk yang harga sekitar 650rb.

    Keuntungannya adalah server ada di rumah dan tidak perlu khawatir dengan data dan resource komputer. Kapan butuh tinggal tambah ram/perangkat lain. Bila perlu bisa di cluster dengan beberapa komputer. Manajemen firewall juga lebih nyaman dengan kontak fisik ke hardware. Kalaupun salah config tinggal di reset chroot selesai 😀

    Kekurangan dari model ini adalah koneksi Speedy yang masih payah UP Link nya. Teman kemaren bilang di kantornya cuma dapet sekitar 20KBps 😦 wah berarti masih kalah sama Smart.

    2. Menggunakan VPS. Menyewa Virtual Private Server adalah pilihan kedua. Pengalaman dulu menyewa VPS ternyata ya sama saja seperti mengelola server sendiri. Dapet akses root juga. Harga sekitar $20/mo  untuk satu node di vps.net.

    Keuntungannya adalah Full akses root, bisa menginstall apapun yang ktia mau asal gak rakus memory karena rawan di suspend sama adminnya.

    Kekurangannya adalah dia rawan dengan konsumsi memori. Kalau boleh saya bilang sih sensitif sekali. Dulu pernah menjalankan aplikasi java yang mengandung thread. Ada 4 aplikasi yang jalan server langsung teriak batas merah. Padahal di sana ram tertulis 1GB :(. ke 4 aplikasi itu berjalan lancar di komputer rumah saya dengan ram 512MB dengan konsumsi memori gak sampe 50%.

    3. Menggunakan server co-location. Saya baru ngeh server co-location belum lama ini. Ternyata kita punya server sendiri yang kita manage sendiri di tempat sendiri. Maksudnya sih nyewa tempat dan koneksi. Istilahnya seperti nge-kost in komputer kita. Barusan saya telepon sat.net ternyata di jogja ada server co-location ini. Sebulan sekitar 800rb untuk 2 rack IIX koneksi 128mb. Untuk koneksi luar negeri saya musti kontak lagi. Blm saya kontak sih karena blm butuh sekarang.

    Keuntungan untuk model ini adalah memiliki akses penuh untuk server sendiri. Data relatif aman karena kita yang pegang. Bisa sedikit tenang karena dah ada yang ngurusin listrik dan koneksi. Kalau ada apa apa tinggal disamperin aja.

    Kekurangan dari model ini adalah koneksi IIX saja. harganya juga 800 rebeng cuy 😀 cuma mahalan dikit sih.

    Untuk awal kemungkinan saya pake yang nomer 2 menggunakan VPS. ke depannya tentu saja saya pilih yang co-location karena lebih dekat dengan data. Istilahnya ayem 😀

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel